Wednesday, January 7, 2026

Tugas Mandiri 15

Penyusunan Esai (Opini)

Tema: "Nasionalisme dalam Arus Global: Tantangan dan Strategi Mempertahankan Jati Diri Bangsa"

1. Tujuan Instruksional

  • Mahasiswa mampu mengekspresikan pemikiran kritis secara tertulis mengenai fenomena nasionalisme di era kontemporer.
  • Mahasiswa mampu memberikan argumentasi yang logis dan teoritis mengenai cara menjaga integrasi nasional di tengah pengaruh asing.
  • Mahasiswa mampu menghubungkan nilai-nilai Pancasila sebagai solusi atas tantangan globalisasi.

2. Deskripsi Tugas

Mahasiswa diwajibkan menyusun sebuah Esai Opini yang bersifat kritis, analitis, dan solutif. Opini tersebut harus menyoroti satu atau lebih tantangan spesifik yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini (misalnya: krisis bahasa, ketergantungan ekonomi, atau polarisasi digital) dan bagaimana nasionalisme harus diposisikan.

3. Ketentuan Penulisan

  1. Struktur Tulisan:
    • Judul: Harus menarik dan relevan dengan isi opini.
    • Pendahuluan: Latar belakang masalah mengenai situasi nasionalisme saat ini di tengah gempuran global.
    • Batang Tubuh (Argumen): Analisis mendalam mengenai tantangan yang dipilih. Sertakan alasan mengapa hal tersebut mengancam nasionalisme dan bagaimana realita yang terjadi di lapangan.
    • Solusi & Adaptasi: Tawaran pemikiran mahasiswa mengenai langkah nyata yang harus diambil oleh generasi muda atau pemerintah.
    • Kesimpulan: Penegasan ulang mengenai posisi penulis terhadap pentingnya nasionalisme yang dinamis.
  2. Panjang Tulisan: 700 – 1.000 kata.
  3. Format Dokumen:
    • Kertas A4, Font Arial 12, Spasi 1.5.
    • Format file: Doc.
    • Diposting di Web Blog masing-masing, dengan Label : Tugas Mandiri 15.
    • Posting paling lambat 16 Januari 2026.
  4. Referensi: Meskipun berupa opini, mahasiswa disarankan mencantumkan minimal 3 referensi (buku atau jurnal) untuk memperkuat argumen.

4. Pertanyaan Pemandu (Pilih salah satu sebagai fokus bahasan)

  • Apakah penggunaan bahasa asing yang masif di ruang publik merupakan tanda lunturnya nasionalisme atau sekadar alat adaptasi?
  • Bagaimana nasionalisme ekonomi bisa ditegakkan di tengah ketergantungan kita pada platform teknologi milik asing?
  • Di era media sosial yang bersifat lintas batas, apakah batas-negara masih relevan dalam membentuk identitas seorang warga negara?
  • Bagaimana cara membangun "Nasionalisme Digital" bagi Generasi Z yang hidup dalam ekosistem budaya populer global (K-Pop, Hollywood, dll)?

5. Rubrik Penilaian (Skor Total 100)

No

Kriteria Penilaian

Bobot

Deskripsi

1

Orisinalitas Ide

30%

Tulisan menunjukkan pemikiran mandiri, bukan sekadar rangkuman teori atau hasil plagiasi.

2

Ketajaman Analisis

30%

Kemampuan membedah tantangan globalisasi secara logis dan tidak dangkal.

3

Alur & Logika Bahasa

20%

Tulisan sistematis, koheren (nyambung), dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

4

Kekuatan Argumen

15%

Argumen didukung oleh data, fakta, atau teori kewarganegaraan yang relevan.

5

Teknis & Referensi

5%

Kepatuhan pada format penulisan dan ketepatan penggunaan daftar pustaka.

 

6. Pernyataan Anti-Plagiarisme

Mahasiswa wajib mencantumkan pernyataan singkat di akhir tugas: "Saya menyatakan bahwa tulisan ini adalah hasil karya pemikiran saya sendiri dan tidak merupakan hasil plagiasi atau penggunaan teknologi generatif AI secara penuh tanpa proses olah pikir mandiri."

 

Tips untuk Mahasiswa:

  • Gunakan Sudut Pandang "I" (Saya): Karena ini esai opini, jangan ragu untuk menyatakan pendapat pribadi Anda dengan kalimat seperti "Menurut hemat saya..." atau "Saya berargumen bahwa...".
  • Berikan Contoh Nyata: Tulisan akan lebih kuat jika Anda mengangkat kasus nyata yang sedang viral atau Anda alami sendiri.
  • Kritis namun Santun: Sampaikan kritik terhadap fenomena globalisasi dengan tetap menjunjung tinggi etika akademik.

 

Pilihan Judul Esai (Opini), sesuai dengan Kode Peserta :

Budaya dan Identitas (Cultural & Identity)

  1. Bahasa Indonesia di Persimpangan: Adaptasi Global atau Perlahan Terpinggirkan?
  2. Xenosentrisme: Menyoal Mentalitas "Pemuja Asing" di Era Tanpa Batas.
  3. Berkain sebagai Perlawanan: Strategi Gen Z Merebut Kembali Identitas Budaya.
  4. Glokalisasi Budaya: Menjadi Global Tanpa Harus Kehilangan Jati Diri Lokal.
  5. Menjaga Marwah Tradisi: Komodifikasi Budaya vs Pelestarian Nilai Luhur.
  6. Krisis Bahasa Daerah: Punah di Mulut Generasi, Abadi di Museum?
  7. Hibriditas Budaya: Peluang Inovasi atau Ancaman Terhadap Orisinalitas Bangsa?

 

Ekonomi dan Konsumerisme (Economic Patriotism)

  1. Patriotisme Ekonomi: Menjadikan "Beli Produk Lokal" sebagai Ibadah Kebangsaan.
  2. Nasionalisme di Keranjang Belanja: Etika Konsumsi di Tengah Gempuran Brand Global.
  3. Kedaulatan di Tangan UMKM: Benteng Terakhir Pertahanan Ekonomi Nasional.
  4. Menyoal Konsumerisme: Saat Gengsi Global Mengalahkan Cinta Tanah Air.
  5. Investasi Asing vs Mandiri Ekonomi: Mencari Titik Keseimbangan Kedaulatan.
  6. Digital Marketplace: Peluang Produk Lokal atau Karpet Merah Barang Impor?

 

Teknologi dan Kewarganegaraan Digital (Digital Sovereignty)

  1. Nasionalisme Digital: Menjaga Kedaulatan Data di Tengah Hegemoni Big Tech.
  2. Algoritma Media Sosial: Ancaman Polarisasi dan Lunturnya Kohesi Nasional.
  3. Menjadi "Smart Citizen": Literasi Digital sebagai Bentuk Bela Negara Modern.
  4. Etika Pancasila di Ruang Siber: Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian Global.
  5. Diplomasi Soft Power: Memanfaatkan Konten Kreatif untuk Mengenalkan Indonesia.
  6. Cyber Warfare: Siapkah Nasionalisme Kita Menghadapi Perang Informasi?
  7. AI dan Kedaulatan Manusia: Tantangan Identitas Nasional di Era Kecerdasan Buatan.

 

Ideologi dan Politik (Ideology & Globalism)

  1. Pancasila sebagai Filter: Membendung Ideologi Transnasional di Era Terbuka.
  2. Nasionalisme Terbuka: Mengapa Menjadi Nasionalis Tidak Harus Menjadi Tertutup?
  3. Global Citizen vs National Citizen: Mencari Titik Temu Dua Identitas.
  4. Radikalisme Global: Ancaman Nyata terhadap Integrasi Nasional di Ruang Digital.
  5. Relevansi Negara-Bangsa: Masihkah Batas Teritorial Berarti di Dunia Virtual?
  6. Moderasi Beragama: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Arus Radikalisasi Dunia.
  7. Kepemimpinan Berwawasan Global: Mengelola Negara dengan Hati Nusantara.

 

Generasi Muda dan Masa Depan (Youth & Future)

  1. Dilema Gen Z: Antara Gaya Hidup Kosmopolitan dan Panggilan Ibu Pertiwi.
  2. Redefinisi Nasionalisme: Bukan Sekadar Upacara, Tapi Kontribusi Nyata.
  3. Pendidikan Kewarganegaraan 4.0: Menyiapkan Generasi yang Kritis dan Patriotis.
  4. Mencintai Indonesia Tanpa Chauvinisme: Perspektif Baru bagi Mahasiswa.
  5. Selfie dan Nasionalisme: Bagaimana Media Sosial Mengubah Cara Kita Bernegara.
  6. Pelajar Indonesia di Luar Negeri: Duta Bangsa atau Calon Diaspora yang Hilang?

 

Tantangan Sosial dan Lingkungan (Social & Environment)

  1. Nasionalisme Ekologis: Menjaga Alam Nusantara sebagai Bentuk Cinta Tanah Air.
  2. Gotong Royong Digital: Transformasi Nilai Lokal dalam Gerakan Solidaritas Global.
  3. Keadilan Sosial di Era Global: Memastikan Kemakmuran Tidak Hanya Milik Elit.
  4. Kedaulatan Pangan: Mengapa Mandiri Secara Pangan Adalah Harga Mati?
  5. Menjaga Indonesia dari Meja Makan: Strategi Kuliner dalam Menghadapi Fast Food.
  6. Urbanisasi dan Globalisasi: Hilangnya Nilai Guyub di Kota-Kota Besar.
  7. Masa Depan Indonesia 2045: Menakar Kekuatan Nasionalisme di Tengah Ketidakpastian Global.

 

 

No comments:

Post a Comment

Tugas Mandiri 15

Penyusunan Esai (Opini) Tema: "Nasionalisme dalam Arus Global: Tantangan dan Strategi Mempertahankan Jati Diri Bangsa" 1. Tuju...