Penyusunan Esai (Opini)
Tema:
"Nasionalisme dalam Arus Global: Tantangan dan Strategi Mempertahankan
Jati Diri Bangsa"
1. Tujuan Instruksional
- Mahasiswa
mampu mengekspresikan pemikiran kritis secara tertulis mengenai fenomena
nasionalisme di era kontemporer.
- Mahasiswa
mampu memberikan argumentasi yang logis dan teoritis mengenai cara menjaga
integrasi nasional di tengah pengaruh asing.
- Mahasiswa
mampu menghubungkan nilai-nilai Pancasila sebagai solusi atas tantangan
globalisasi.
2. Deskripsi Tugas
Mahasiswa diwajibkan menyusun sebuah Esai Opini yang
bersifat kritis, analitis, dan solutif. Opini tersebut harus menyoroti satu
atau lebih tantangan spesifik yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini
(misalnya: krisis bahasa, ketergantungan ekonomi, atau polarisasi digital) dan
bagaimana nasionalisme harus diposisikan.
3. Ketentuan Penulisan
- Struktur
Tulisan:
- Judul:
Harus menarik dan relevan dengan isi opini.
- Pendahuluan:
Latar belakang masalah mengenai situasi nasionalisme saat ini di tengah
gempuran global.
- Batang
Tubuh (Argumen): Analisis mendalam mengenai tantangan yang dipilih.
Sertakan alasan mengapa hal tersebut mengancam nasionalisme dan bagaimana
realita yang terjadi di lapangan.
- Solusi
& Adaptasi: Tawaran pemikiran mahasiswa mengenai langkah nyata
yang harus diambil oleh generasi muda atau pemerintah.
- Kesimpulan:
Penegasan ulang mengenai posisi penulis terhadap pentingnya nasionalisme
yang dinamis.
- Panjang
Tulisan: 700 – 1.000 kata.
- Format
Dokumen:
- Kertas
A4, Font Arial 12, Spasi 1.5.
- Format
file: Doc.
- Diposting
di Web Blog masing-masing, dengan Label : Tugas Mandiri 15.
- Posting
paling lambat 16 Januari 2026.
- Referensi:
Meskipun berupa opini, mahasiswa disarankan mencantumkan minimal 3
referensi (buku atau jurnal) untuk memperkuat argumen.
4. Pertanyaan Pemandu (Pilih salah satu sebagai fokus
bahasan)
- Apakah
penggunaan bahasa asing yang masif di ruang publik merupakan tanda
lunturnya nasionalisme atau sekadar alat adaptasi?
- Bagaimana
nasionalisme ekonomi bisa ditegakkan di tengah ketergantungan kita pada
platform teknologi milik asing?
- Di era
media sosial yang bersifat lintas batas, apakah batas-negara masih relevan
dalam membentuk identitas seorang warga negara?
- Bagaimana
cara membangun "Nasionalisme Digital" bagi Generasi Z yang hidup
dalam ekosistem budaya populer global (K-Pop, Hollywood, dll)?
5. Rubrik Penilaian (Skor Total 100)
|
No |
Kriteria Penilaian |
Bobot |
Deskripsi |
|
1 |
Orisinalitas Ide |
30% |
Tulisan menunjukkan pemikiran mandiri, bukan sekadar
rangkuman teori atau hasil plagiasi. |
|
2 |
Ketajaman Analisis |
30% |
Kemampuan membedah tantangan globalisasi secara logis dan
tidak dangkal. |
|
3 |
Alur & Logika Bahasa |
20% |
Tulisan sistematis, koheren (nyambung), dan menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar. |
|
4 |
Kekuatan Argumen |
15% |
Argumen didukung oleh data, fakta, atau teori
kewarganegaraan yang relevan. |
|
5 |
Teknis & Referensi |
5% |
Kepatuhan pada format penulisan dan ketepatan penggunaan
daftar pustaka. |
6. Pernyataan Anti-Plagiarisme
Mahasiswa wajib mencantumkan pernyataan singkat di akhir
tugas: "Saya menyatakan bahwa tulisan ini adalah hasil karya pemikiran
saya sendiri dan tidak merupakan hasil plagiasi atau penggunaan teknologi
generatif AI secara penuh tanpa proses olah pikir mandiri."
Tips untuk Mahasiswa:
- Gunakan
Sudut Pandang "I" (Saya): Karena ini esai opini, jangan ragu
untuk menyatakan pendapat pribadi Anda dengan kalimat seperti "Menurut
hemat saya..." atau "Saya berargumen bahwa...".
- Berikan
Contoh Nyata: Tulisan akan lebih kuat jika Anda mengangkat kasus nyata
yang sedang viral atau Anda alami sendiri.
- Kritis
namun Santun: Sampaikan kritik terhadap fenomena globalisasi dengan
tetap menjunjung tinggi etika akademik.
Pilihan
Judul Esai (Opini), sesuai dengan Kode Peserta :
Budaya dan Identitas (Cultural & Identity)
- Bahasa
Indonesia di Persimpangan: Adaptasi Global atau Perlahan
Terpinggirkan?
- Xenosentrisme:
Menyoal Mentalitas "Pemuja Asing" di Era Tanpa Batas.
- Berkain
sebagai Perlawanan: Strategi Gen Z Merebut Kembali Identitas Budaya.
- Glokalisasi
Budaya: Menjadi Global Tanpa Harus Kehilangan Jati Diri Lokal.
- Menjaga
Marwah Tradisi: Komodifikasi Budaya vs Pelestarian Nilai Luhur.
- Krisis
Bahasa Daerah: Punah di Mulut Generasi, Abadi di Museum?
- Hibriditas
Budaya: Peluang Inovasi atau Ancaman Terhadap Orisinalitas Bangsa?
Ekonomi dan Konsumerisme (Economic Patriotism)
- Patriotisme
Ekonomi: Menjadikan "Beli Produk Lokal" sebagai Ibadah
Kebangsaan.
- Nasionalisme
di Keranjang Belanja: Etika Konsumsi di Tengah Gempuran Brand Global.
- Kedaulatan
di Tangan UMKM: Benteng Terakhir Pertahanan Ekonomi Nasional.
- Menyoal
Konsumerisme: Saat Gengsi Global Mengalahkan Cinta Tanah Air.
- Investasi
Asing vs Mandiri Ekonomi: Mencari Titik Keseimbangan Kedaulatan.
- Digital
Marketplace: Peluang Produk Lokal atau Karpet Merah Barang Impor?
Teknologi dan Kewarganegaraan Digital (Digital
Sovereignty)
- Nasionalisme
Digital: Menjaga Kedaulatan Data di Tengah Hegemoni Big Tech.
- Algoritma
Media Sosial: Ancaman Polarisasi dan Lunturnya Kohesi Nasional.
- Menjadi
"Smart Citizen": Literasi Digital sebagai Bentuk Bela Negara
Modern.
- Etika
Pancasila di Ruang Siber: Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian Global.
- Diplomasi
Soft Power: Memanfaatkan Konten Kreatif untuk Mengenalkan Indonesia.
- Cyber
Warfare: Siapkah Nasionalisme Kita Menghadapi Perang Informasi?
- AI
dan Kedaulatan Manusia: Tantangan Identitas Nasional di Era Kecerdasan
Buatan.
Ideologi dan Politik (Ideology & Globalism)
- Pancasila
sebagai Filter: Membendung Ideologi Transnasional di Era Terbuka.
- Nasionalisme
Terbuka: Mengapa Menjadi Nasionalis Tidak Harus Menjadi Tertutup?
- Global
Citizen vs National Citizen: Mencari Titik Temu Dua Identitas.
- Radikalisme
Global: Ancaman Nyata terhadap Integrasi Nasional di Ruang Digital.
- Relevansi
Negara-Bangsa: Masihkah Batas Teritorial Berarti di Dunia Virtual?
- Moderasi
Beragama: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Arus Radikalisasi Dunia.
- Kepemimpinan
Berwawasan Global: Mengelola Negara dengan Hati Nusantara.
Generasi Muda dan Masa Depan (Youth & Future)
- Dilema
Gen Z: Antara Gaya Hidup Kosmopolitan dan Panggilan Ibu Pertiwi.
- Redefinisi
Nasionalisme: Bukan Sekadar Upacara, Tapi Kontribusi Nyata.
- Pendidikan
Kewarganegaraan 4.0: Menyiapkan Generasi yang Kritis dan Patriotis.
- Mencintai
Indonesia Tanpa Chauvinisme: Perspektif Baru bagi Mahasiswa.
- Selfie
dan Nasionalisme: Bagaimana Media Sosial Mengubah Cara Kita Bernegara.
- Pelajar
Indonesia di Luar Negeri: Duta Bangsa atau Calon Diaspora yang Hilang?
Tantangan Sosial dan Lingkungan (Social &
Environment)
- Nasionalisme
Ekologis: Menjaga Alam Nusantara sebagai Bentuk Cinta Tanah Air.
- Gotong
Royong Digital: Transformasi Nilai Lokal dalam Gerakan Solidaritas
Global.
- Keadilan
Sosial di Era Global: Memastikan Kemakmuran Tidak Hanya Milik Elit.
- Kedaulatan
Pangan: Mengapa Mandiri Secara Pangan Adalah Harga Mati?
- Menjaga
Indonesia dari Meja Makan: Strategi Kuliner dalam Menghadapi Fast
Food.
- Urbanisasi
dan Globalisasi: Hilangnya Nilai Guyub di Kota-Kota Besar.
- Masa
Depan Indonesia 2045: Menakar Kekuatan Nasionalisme di Tengah
Ketidakpastian Global.

No comments:
Post a Comment