Nadila Ladesya Haibu Alfaris (@A41-NADILA)
Pemateri: Henry Silka Innah (Sekretaris Jenderal Komnas HAM RI)
Nadila Ladesya Haibu Alfaris (@A41-NADILA)
Pemateri: Henry Silka Innah (Sekretaris Jenderal Komnas HAM RI)
Disusun Oleh: Nadila Ladesya Haibu Alfaris
Keywords: Pancasila, Sustainable Tourism, Local Communities, Tourism Development
Pancasila memegang peran kunci dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Nilai-nilai seperti gotong royong, keadilan, dan kebersamaan dalam Pancasila dapat menjadi landasan untuk menciptakan destinasi pariwisata yang berkelanjutan. Dalam pengembangan pariwisata, perlu dipahami bagaimana prinsip-prinsip Pancasila dapat diintegrasikan untuk memastikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan budaya setempat.
Pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang berkembang sangat pesat, termasuk pertambahan arus kapasitas akomodasi, populasi lokal dan lingkungan, dimana perkembangan pariwisata dan investasi – investasi baru dalam sektor pariwisata seharusnya tidak membawa dampak buruk dan dapat menyatu dengan lingkungan, jika memaksimalkan dampak yang positif dan meminimalkan dampak negatif. Tujuan utama pariwisata berkelanjutan adalah membuat masa depan pariwisata jangka panjang lebih layak dan ini dicapai melalui pendidikan dan perubahan perilaku.
Lingkungan adalah daya tarik utama kegiatan wisata, yang meliputi lingkungan alam (flora dan fauna, bentangan alam, dan gejala alam) dan lingkungan buatan (situs kebudayaan, wilayah perkotaan, wilayah pedesaan, dan peninggalan sejarah). Secara teori, hubungan lingkungan alam dengan pariwisata harus mutual dan bermanfaat. Wisatawan menikmati keindahan alam dan pendapatan yang dibayarkan wisatawan digunakan untuk melindungi dan memelihara alam guna keberlangsungan pariwisata. Hubungan lingkungan dan pariwisata tidak selamanya simbiosa yang mendukung dan menguntungkan sehingga upaya konservasi, apresiasi dan pendidikan dilakukan agar hubungan keduanya berkelanjutan, tetapi kenyataan yang ada hubungan keduanya justru memunculkan konflik. Pariwisata lebih sering mengeksploitasi lingkungan alam.
Nilai-nilai budaya yang menjadi warisan leluhur haruslah dilestarikan. Pelestarian budaya ini nantinya juga dapat menjadi suatu atraksi yang menarik bagi wisatawan sehingga menjadi sarana edukasi maupun transfer pengetahuan. Selain itu, dengan adanya atraksi wisata berupa kearifan lokal/budaya, maka akan membawa wisatawan untuk dapat menghormati dan menghargai budaya di setiap destinasi wisata yang dikunjunginya.
Pariwisata berbasis komunitas lokal memiliki beberapa keuntungan yang signifikan. Hal ini dapat meningkatkan perekonomian lokal. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang, masyarakat dapat membuka beberapa usaha kecil seperti rumah makan, penginapan, toko suvenir, dan lain sebagainya. Pendapatan yang diperoleh dari usaha-usaha ini dapat digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur wilayah tersebut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pancasila berperan penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan pariwisata sangat penting untuk keberlanjutan, dan Pancasila menjadi landasan nilai-nilai dan praktik dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Oleh karena itu, kesimpulan yang dapat diambil dari integrasi Pancasila dalam pariwisata berkelanjutan adalah memberikan kerangka bagi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif, menjamin pelestarian budaya dan lingkungan kepada masyarakat lokal.
DAFTAR PUSTAKA
admindesa. (2023, september 5). Parawisata Berbasis Komunitas
di Desa Wisata: Menungkatkan Ekonomi Lokal dengan Menggabungkan Budaya dan
Keindahan Alam. p. all.
ETICON. (2020, juni 9). Upaya Pembangunan Pariwisata yang
Berkelanjutan. Retrieved from
https://eticon.co.id/konsep-pariwisata-berkelanjutan/
Linda Kusumaning Wedari, S. M. (2022, Agustus 03). PENGENALAN
PARIWISATA BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE TOURISM). p. all.
Luh Putu Sudini. (2022). PENGEMBANGAN PARIWISATA BERWAWASAN
PELESTARIAN. Jurnal Ilmu Hukum, 70-74.
RINA KURNIAWATI, M. (n.d.). MODUL PARAWISATA BERKELANJUTAN.
Retrieved from https://perpus.univpancasila.ac.id/repository/EBUPT190240.pdf
DEBAT PANCASILA
Oleh: Nadila Ladesya Haibu Alfaris
(@A41-NADILA) & Alwa Shiyami (@A07-ALWA)
LINK VIDEO: https://youtu.be/CHI2pbEjPz4?si=1KQ6KZ7JRkiGgFCK
Video ini berisi tentang debat yang saya lakukan bersama rekan saya yaitu Alwa Shiyami, kami mengambil tema pentingnya pendidikan pancasila dalam bernegara. Pada debat kali ini kami membahas mengapa pendidikan pancasila penting dalam bernegara dari pro dan kontra.
Podcast Bersama Pak RT
Oleh: Nadila Ladesya Haibu Alfaris
(@A41-NADILA)
LINK VIDEO: https://youtu.be/I-3my9WvqJ8?feature=shared
Video ini berisi tentang wawancara saya bersama ketua RT (Pak Tuin) selaku RT 07, beliau menceritakan pengalamannya sebagai pemimpin dan kondisi masyarakat di lingkungan RT tersebut. Pak RT juga berpesan kepada generasi muda khususnya mahasiswa lebih terbuka dan berkomunikasi dengan baik di masyarakat sekitar
Konstitusi merupakan fondasi utama penyelenggaraan negara. Di Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945)...