Wednesday, November 15, 2023

Pancasila dan Pariwisata Berkelanjutan: Mempromosikan Wisata yang Berwawasan Lingkungan dan Sosial

Disusun Oleh: Nadila Ladesya Haibu Alfaris

(@A41-NADILA)


Abstrak 

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, mengandung prinsip-prinsip pengembangan yang mempromosikan pariwisata keberlanjutan. Prinsip-prinsip ini dapat diintegrasikan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan fokus pada kelestarian lingkungan, pelestarian budaya lokal, dan pemberdayaan komunitas. Dengan mengacu pada teori-teori Pancasila dan pendekatan pembangunan berkelanjutan, menganalisis bagaimana memperhatikan keberlanjutan lingkungan, melestarikan budaya, serta memberdayakan komunitas setempat. Kontribusi ini menjadi dasar penting untuk memahami dan mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia.
Kata Kunci: Pancasila, Pariwisata Berkelanjutan, Masyarakat Lokal, Pengembangan Pariwisata 


Abstract 
Pancasila as the foundation of Indonesia, contains development principles that promote sustainable tourism. These principles can be integrated in sustainable tourism development with a focus on environmental sustainability, preservation of local culture, and community empowerment. By referring to the theories of Pancasila and the sustainable development approach, analyzing how to pay attention to environmental sustainability, preserving culture, as well as empowering local communities. This contribution is an important basis for understanding and realizing sustainable tourism in Indonesia.

Keywords: Pancasila, Sustainable Tourism, Local Communities, Tourism Development


PENDAHULUAN 

Latar Belakang

    Pancasila memegang peran kunci dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Nilai-nilai seperti gotong royong, keadilan, dan kebersamaan dalam Pancasila dapat menjadi landasan untuk menciptakan destinasi pariwisata yang berkelanjutan. Dalam pengembangan pariwisata, perlu dipahami bagaimana prinsip-prinsip Pancasila dapat diintegrasikan untuk memastikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan budaya setempat.


Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian dari pariwisata berkelanjutan
  2. Apa prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan
  3. Bagaimana memperhatikan keberlanjutan lingkungan, melestarikan budaya lokal, dan memberdayakan komunitas lokal


Tujuan Masalah

  1. Mengetahui apa pengertian dari pariwisata berkelanjutan
  2. Mengetahui beberapa prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan
  3. Mengetahui bagaimana memperhatikan keberlanjutan lingkungan, melestarikan budaya lokal, dan memberdayakan komunitas lokal


PEMBAHASAN 

A. Pengertian Pariwisata Berkelanjutan

    Pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang berkembang sangat pesat, termasuk pertambahan arus kapasitas akomodasi, populasi lokal dan lingkungan, dimana perkembangan pariwisata dan investasi – investasi baru dalam sektor pariwisata seharusnya tidak membawa dampak buruk dan dapat menyatu dengan lingkungan, jika memaksimalkan dampak yang positif dan meminimalkan dampak negatif. Tujuan utama pariwisata berkelanjutan adalah membuat masa depan pariwisata jangka panjang lebih layak dan ini dicapai melalui pendidikan dan perubahan perilaku.


B. Prinsip – Prinsip Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

  1. Pembangunan pariwisata harus dibangun dengan melibatkan masyarakat lokal untuk kesejahteraan masyarakat lokal.
  2. Menciptakan keseimbangan antara kebutuhan wisatawan dan masyarakat lokal
  3. Pembangunan pariwisata harus melibatkan para pemangku kepentingan melibatkan kelompok masyarakat miskin, kaum perempuan, asosiasi pariwisata dan atau kelompok masyarakat lainnya yang berpotensi mempengaruhi jalannya pembangunan.
  4. Memberikan kemudahan kepada para pengusaha lokal dalam skala kecil dan menengah.
  5. Pariwisata harus bertumbuh dalam prinsip optimalisasi dan bukan eksploitasi.
  6. Melakukan program peningkatan sumber daya manusia.
  7. Pariwisata harus dikondisikan untuk tujuan membangkitkan bisnis lainnya dalam masyarakat.
  8. Adanya kerjasama antara masyarakat lokal sebagai creator atraksi wisata dengan operator penjual paket wisata.
  9. Pembangunan pariwisata harus dapat memperhatikan perjanjian, peraturan perundang – undangan baik nasional maupun internasional sehingga pembangunan pariwisata dapat berjalan dengan lancer dan tanpa kendala.
  10. Pembangunan pariwisata harus mampu menjamin keberlanjutan, memberikan keuntungan bagi masyarakat pada saat ini dan tidak merugikan generasi mendatang.


C. Pancasila Dalam Memperhatikan Keberlanjutan Lingkungan

    Lingkungan adalah daya tarik utama kegiatan wisata, yang meliputi lingkungan alam (flora dan fauna, bentangan alam, dan gejala alam) dan lingkungan buatan (situs kebudayaan, wilayah perkotaan, wilayah pedesaan, dan peninggalan sejarah). Secara teori, hubungan lingkungan alam dengan pariwisata harus mutual dan bermanfaat. Wisatawan menikmati keindahan alam dan pendapatan yang dibayarkan wisatawan digunakan untuk melindungi dan memelihara alam guna keberlangsungan pariwisata. Hubungan lingkungan dan pariwisata tidak selamanya simbiosa yang mendukung dan menguntungkan sehingga upaya konservasi, apresiasi dan pendidikan dilakukan agar hubungan keduanya berkelanjutan, tetapi kenyataan yang ada hubungan keduanya justru memunculkan konflik. Pariwisata lebih sering mengeksploitasi lingkungan alam.


D. Pancasila Dalam Melestarikan Budaya Lokal

    Nilai-nilai budaya yang menjadi warisan leluhur haruslah dilestarikan. Pelestarian budaya ini nantinya juga dapat menjadi suatu atraksi yang menarik bagi wisatawan sehingga menjadi sarana edukasi maupun transfer pengetahuan. Selain itu, dengan adanya atraksi wisata berupa kearifan lokal/budaya, maka akan membawa wisatawan untuk dapat menghormati dan menghargai budaya di setiap destinasi wisata yang dikunjunginya.


E. Pancasila Dalam Memberdayakan Komunitas Lokal

    Pariwisata berbasis komunitas lokal memiliki beberapa keuntungan yang signifikan. Hal ini dapat meningkatkan perekonomian lokal. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang, masyarakat dapat membuka beberapa usaha kecil seperti rumah makan, penginapan, toko suvenir, dan lain sebagainya. Pendapatan yang diperoleh dari usaha-usaha ini dapat digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur wilayah tersebut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


KESIMPULAN 

    Pancasila berperan penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan pariwisata sangat penting untuk keberlanjutan, dan Pancasila menjadi landasan nilai-nilai dan praktik dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Oleh karena itu, kesimpulan yang dapat diambil dari integrasi Pancasila dalam pariwisata berkelanjutan adalah memberikan kerangka bagi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif, menjamin pelestarian budaya dan lingkungan kepada masyarakat lokal. 


DAFTAR PUSTAKA

admindesa. (2023, september 5). Parawisata Berbasis Komunitas di Desa Wisata: Menungkatkan Ekonomi Lokal dengan Menggabungkan Budaya dan Keindahan Alam. p. all.

ETICON. (2020, juni 9). Upaya Pembangunan Pariwisata yang Berkelanjutan. Retrieved from https://eticon.co.id/konsep-pariwisata-berkelanjutan/

Linda Kusumaning Wedari, S. M. (2022, Agustus 03). PENGENALAN PARIWISATA BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE TOURISM). p. all.

Luh Putu Sudini. (2022). PENGEMBANGAN PARIWISATA BERWAWASAN PELESTARIAN. Jurnal Ilmu Hukum, 70-74.

RINA KURNIAWATI, M. (n.d.). MODUL PARAWISATA BERKELANJUTAN. Retrieved from https://perpus.univpancasila.ac.id/repository/EBUPT190240.pdf


No comments:

Post a Comment

Sistem Pemerintahan di Jerman: Parlementer dengan Kanselir sebagai Pemimpin

Oleh Andrean  (D48) Abstrak Sistem pemerintahan Jerman menganut bentuk republik parlementer dengan kanselir sebagai kepala pemerintahan. Art...